Tuesday, June 20, 2017

JUST DO IT

Saya dan "mama ifa" sarapan bersama pagi ini. Kami mesti ngobrol sembari sarapan. Topiknya bisa tentang bisnis, kuliner, resep masakan, travelling sampai dengan anak. Dua hal yang jarang kami diskusi yaitu tentang politik dan aktivitas kantor saya.
Maklum, sudah full mother  dan saya kerja di kantor juga santai.hahahahaha......!!!! Kami tidak terlalu memusingkan kantor. Lebih suka bahas tentang makanan dan travelling.
Saya nanya ,  "ma, dulu belajar masak dari eyang putri ya?". "kadang nanya-nanya resep sih", jawabnya. "Tapi resep rahasianya ya kliping resep masakan", tambahnya.
Kliping masakan itu adalah kliping yang dibuat olehnya sewaktu masih di SMA. Kliping berasal dari resep masakan yang ada di koran kompas dan tabloid nova era 90-an.
Sungguh, mama tidak kepikiran kalau kliping ini akan sangat berguna kelak. Mama khan masih belum terlalu suka masak saat itu. Dia hanya suka aja buat kliping. Prinsipnya adalah  Just Do It.
Satu dekade kemudian, dia buka klipingnya dan mulai mencoba untuk memasak. Semakin lama mama semakin ahli . Kliping tersebut sudah ditinggal. Mama terus memasak. Sumber ilmunya berkembang merambah dunia maya.
Kadang kita sering rewel. Kita hanya meributkan sesuatu, sibuk mendebat dan cuman mengkritik. Padahal, tidak melakukan apapun yang nyata.
Kita jadi NATO ( no action talk only). Kita sering berdebat tentang rencana dan aksi. Mana dulu yang didahulukan? Kayak ngomong tentang telur dan ayam, tidak ada realisasi.
Kita sangat ahli untuk hal ini. Kita adalah manusia Indonesia. Apakah kita seperti itu? Hanya kita sendiri yang bisa jawab. Pokoknya, Just Do It.
Kita kadang berpikir pendek atau tidak sabar, maunya instan. Manfaat tentu tidak hadir seketika.  Proses mesti panjang. Prosesnya dinikmati saja sembari berdoa. Semoga ada manfaat kelak di kemudian hari. Kalau yang kita lakukan positif, hasilnya Insya Allah Positif juga.
Share

Monday, June 19, 2017

Resep Bahagia

Kita pernah denger nama Pepeng. Komedian yang menderita sakit multiple sclerosis. Beliau hanya bisa terbaring di tempat tidur. Beliau meski sakit tetap menulis dengan laptopnya. Menulis memberi semangat hidup bagi dia. Ternyata, manfaat menulis bukan hanya memperdalam pemahaman juga menjaga kesehatan. Lho kok bisa?
Kakek saya menderita diabetes melitus sejak tahun70-an. Sampai beliau harus pensiun dini dari dinas kepolisian. Beliau kembali ke hobi lama yaitu bertani. Setiap hari bertani di sawah dan disiplin mengkonsumsi obat. Beliau meninggal dunia di akhir 90-an. Bertani ternyata membuat panjang umur dan badan jadi sehat.
Intisari dari dua kisah di atas bukan tentang menulis atau bertani. Intisari kedua kisah di atas adalah melakukan sesuatu yang anda sukai maka akan membuat anda bahagia. Bahagia membuat anda sehat. Itu karena kerja Hormon Serotonin.
Apa itu serotonin? Hehehehehe.....Buat tulisan besok aja deh. Ternyata mempunyai hobi itu penting. Dahulu, saya tidak memahami manusia yang menghabiskan tenaga, pikiran, waktu dan harta untuk hobi. Saya baru memahami bahwa hobi yang membuat hormon serotonin bekerja sehingga anda bahagia.
Hehehehehehe.....!!!!!!! Yang penting hobi yang manfaat untuk sekitar. Hobi mencuri? Jangan.....!!!!! Kleptomania kata orang. Hobi tidak harus mahal dan prestisius. Bisa-bisa hanya gengsi doang. Ukurannya memang tipis dan kasuistik.
Hobi itu yang positif. Ada yang hobi membantu sesama, sering disebut filantropi. Menulis memberi pencerahan. Berkebun menjaga lingkungan. Travelling membuat kita lebih toleran dengan perbedaan. Pokoknya punya hobi. Jangan sampai hidup anda kering dan mati gaya karena hidup yang tidak seimbang.
Surakarta, 27 Agustus 2014
Share

Sunday, June 18, 2017

Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia



Rasanya lega sudah membaca buku Biografi “Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” yang ditulis Cindy Adams. Buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1965 menurut Asvi Warman Adam. Buku yang saya baca sungguh istimewa. Karena diterbitkan oleh Yayasan Bung Karno. Yayasan yang dipimpin oleh Mas Guruh Soekarnoputra. Yayasan yang didirikan oleh delapan anak Bung Karno di tahun 1978.
Delapan anak tersebut adalah Guntur Sukarno Putra, Megawati Sukarno Putri, Rachmawati Sukarno Putri, Sukmawati Sukarno Putri, Guruh Sukarno Putra, Taufan Sukarno Putra (alm), Bayu Sukarno Putra dan Kartika Sari Sukarno Putri.
Kita telah mafhum bersama bahwa Bung Karno sering berseberangan dengan AS. Uniknya, Bung Karno bersahabat dengan Duta Besar AS yang juga kepala korps diplomat asing di Indonesia yaitu Howard P Jones. Dia mengusulkan agar sejarah hidup Bung Karno ditulis. Ini sebagai warisan untuk anak bangsa. Karena kita harus JAS MERAH ( Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).
Maka, Cindy Adams yang ditugasi menulis biografi Bung Karno. Cindy Adams adalah seorang jurnalis berkebangsaan AS diizinkan oleh Bung Karno untuk menulis sejarah hidupnya. Hal ini tertulis di BAB I yang berjudul “Alasan Menulis Buku Ini”. Bab ini mencakup peran sang Duta Besar dalam menginisiasi penulisan biografi Bung Karno. Akhirnya, Bung Karno mengizinkan.
Biografi ini bercerita tentang asal-usul keluarga sampai akhir hayat sang proklamator. Segala kisah hadir di buku ini termasuk yang bersifat pribadi, semi pribadi dan konsumsi publik. Soekarno lahir, tumbuh sampai menjadi tokoh besar di bumi nusantara. Biografi kurun waktu awal 1900-an sampai 1960-an.
Saya yang awam tentang Bung Karno hanya bisa menyatakan bahwa buku ini adalah “Buku Pengantar” atau Introduction untuk memahami Bung Karno sebagai pribadi dan pencetus idiologi MARHAENISME atau SOEKARNOISME. Saya sebagai generasi yang lahir di awal 80-an dan tumbuh di era 90-an serta dewasa di era 2000-an.
Saya lahir dan tumbuh di orde baru di puncak kejayaan. Dewasa dan Tua di era yang kacau balau. Semua idiologi hadir dan bersliweran yaitu sejak reformasi 98. Saya tidak terlalu mengenal Soekarno maupun Soekarnoisme. Karena kandungan buku cukup lengkap dan berdasarkan rekomendasi oleh putra-putri Bung Karno. Maka, buku ini cocok untuk mengisi pengetahuan saya tentang sejarah Bung Karno.
Jika saya boleh membuat periodisasi dalam buku ini. Maka ada 9 periode dalam buku ini yaitu : Masa Kanak-Kanak, Belajar Bersama Cokroaminoto, Awal Pergerakan di Bandung (Marhaenisme), Zaman Susah ( Penjara dan Pembuangan), Zaman Jepang, Masa Kemerdekaan, Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Masa Krisis ( PBB, Trikora, Dwikora, DI/TII, Permesta, Nasakom dan PKI).
Soekarno ternyata sangat humanis dan sensitif terhadap penindasan dan ketidakadilan. Ini atas jasa seorang pengasuhnya di masa kecil, namanya SARINAH. Nama yang diabadikan untuk pasar modern pertama di Indonesia, PASARAYA SARINAH . Sesuatu yang tidak terungkap kepada kami sebagai generasi 90-an.
Kami hanya tahu bahwa SARINAH adalah nama sebuah mall. Kami tidak tahu yang melatarbelakangi nama SARINAH. Bahkan, Bung Karno yang menulis buku berjudul SARINAH. Saya sebagai generasi muda 90-an sama sekali tidak tahu. SARINAH adalah nama mall, titik. Ironis...!!!!
Bung Karno yang memelihara anjing bernama Kiar. Bung Karno mempunyai anjing dengan nama “ketuk satu” dan “ketuk dua”. Bung Karno dituduh sebagai kolaborator. Bung Karno yang berjiwa seni, seorang  polyglot dan suka menyenangkan orang lain. Bung Karno yang disayang oleh Cokroaminoto. Semua terungkap disini.
Bung Karno yang religius. Bung Karno yang telah berdiskusi dengan Pendeta Van Lith. Bung Karno memiliki kepasrahan tinggi kepada Allah SWT  sehingga selalu mengucapkan “Insya Allah”. Karena Bung Karno yang meyakini hanya menjalani takdir sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia. Bung Karno yang sangat percaya dengan “intuisi”.
Cerita Bung Karno dengan para istri juga diungkap disini. Kebijakan luar negeri, tidak mau tunduk kepada AS namun akrab dengan John F Kennedy dan Dubes AS yaitu Howard P Jones. Pemikiran beliau tentang Idiologi dan Nasionalisme. Alasan beliau “memanfaatkan” Jepang.
Bung Karno menyatakan bahwa Idiologi bangsa Indonesia  harus diambil dari nilai-nilai luhur bangsa ini sendiri. Bung Karno berpikir bahwa kita tidak perlu “mengimpor” idiologi bangsa asing dan “mengekspor” idiologi bangsa Indonesia yaitu PANCASILA ke luar negeri. Sehingga tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir PANCASILA.
Bung Karno menyatakan bahwa kita tidak perlu mengemis-ngemis ke bangsa namun kita juga tidak perlu jumawa dengan bangsa lain. Kita sebagai bangsa Indonesia yang besar harus Percaya Diri terhadap bangsa lain. Karena alasan inilah mengapa Indonesia sempat keluar dari PBB dan mengadakan Konferensi Asia Afrika.
Ini menunjukkan bahwa Bung Karno adalah seorang Humanis. Humanis yang mampu membedakan mana hubungan antar Negara dan hubungan pribadi. Alasan Bung Karno menghukum mati kawan-kawan lama selama ngekos di Surabaya yaitu Musso dan Kartosoewiryo. Ini adalah murni untuk tegaknya Republik Indonesia juga tersurat di buku ini.
Marhaenisme, Pemikiran yang paling murni / genuine dari seorang Soekarno. Pertemuan beliau dengan seorang petani bernama Marhaen di pinggiran Kota Bandung. Saat itu, Soekarno masih mahasiswa . Marhaenisme berbeda dengan Gerakan buruh dan Sosialisme. Namun, Bung Karno mengakui terinspirasi dengan Sosialisme.
Saya jadi ternganga-nganga. Pemikiran saya tentang Bung Karno ternyata jauh berbeda. Beliau adalah orang Idealis sekaligus Realistis. Dia paham bagaimana menyukseskan cita-cita. Kapan melawan dan kapan memanfaatkan keadaan. Pikiran beliau melampaui zamannya.
Kelebihan dari buku ini adalah urut dan teratur. Kisahnya dimulai dari kelahiran sampai kematian. Sisipan-sisipan dalam kisahnya cukup lengkap mulai kehidupan pribadi, keluarga, pergerakan nasional, sampai pergolakan pemikiran.
Buku ini memakai sudut pandang orang pertama dengan kata “Aku”. Seolah-olah, Bung Karno bercerita kepada kita dalam tulisan meskipun ditulis oleh Cindy Adams. Cindy Adams cukup obyektif meskipun menimbulkan polemik. Namun, telah dibuat versi revisi seperti yang saya baca ini.
Kejengkelan Bung Karno terhadap Sutan Syahrir yang cukup kentara. Soekarno terlihat jengkel terhadap Sutan Syahrir tertulis beberapa kali di buku ini. Ini wajar sebagai manusia. Bung Karno tidak menyukai demokrasi parlementer berlaku di Indonesia era 50-an.
Bung Karno beranggapan bahwa ide demokrasi parlementer ini dibawa oleh para sarjana lulusan Belanda. Mereka tidak percaya diri membawa idiologi bangsa sendiri. Karena sudah lama hidup dalam lingkungan Eropa.
Demokrasi parlementer berawal dari Maklumat Wakil Presiden no : X  1945 yang muncul tanggal 16 Oktober 1945. Karena Maklumat ini maka Kabinet Presidensil berubah menjadi Kabinet Parlementer. Bung Hatta yang mengeluarkan maklumat ini.
Asvi Warman Adam di bab “Kesaksian Bung Karno” di dalam buku ini menyatakan bahwa penerjamahan buku ini telah direstui menteri/Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Soeharto. Kata sambutan yang diberikan oleh Soeharto, “Dengan penerbitan ini, diharapkan dapat terbaca luas di kalangan rakyat, Bangsa Indonesia”.
Share

Wednesday, August 6, 2014

UMER CHAPRA >>> AKADEMISI EKONOMI ISLAM KONTEMPORER MUSLIM




M. Umer Chapra lahir di Bombay India, 1 Februari 1933 adalah salah satu ekonom kontemporer Muslim saat ini. Ayahnya bernama Abdul Karim Chapra. Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang mempunyai karakter yang baik..
Masa kecilnya ia habiskan di tanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskan pendidikan sampai meraih gelar Ph.D dari Universitas Minnesota. Beliau menikahi Khairunnisa Jamal Mundia tahun 1962 di usia 29 tahun, dan mempunyai empat anak, Maryam, Anas, Sumayyah dan Ayman.
Setelah meraih gelar S2 dari Universitas Karachi pada tahun 1954 dan 1956, dengan gelar B.Com / B.BA ( Bachelor of Business Administration ) dan M.Com / M.BA ( Master of Business Administration ), karier akademis di tingkat tertinggi ketika meraih gelar doktoral di Minnesota, Minneapolis..
DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasi pada ekonomi Islam. Sekarang, Beliau menjadi penasehat pada Islamic Research and Training Institute (IRTI) dari IDB Jeddah. Sebelumnya, Beliau menduduki posisi di Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) Riyadh selama hampir 35 tahun sebagai penasihat peneliti senior. Aktivitasnya di lembaga-lembaga ekonomi Arab Saudi ini membuatnya di beri kewarganegaraan Arab Saudi oleh Raja Khalid atas permintaan Menteri Keuangan Arab Saudi, Shaikh Muhammad Aba al-Khail.
Lebih kurang selama 45 tahun beliau menduduki profesi diberbagai lembaga yang berkaitan dengan persoalan ekonomi diantaranya 2 tahun di Pakistan, 6 tahun di Amerika Serikat, dan 37 tahun di Arab Saudi. Selain profesinya itu banyak kegiatan ekonomi yang dikutinya, termasuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga ekonomi dan keuangan dunia seperti IMF, IBRD, OPEC, IDB, OIC dan lain-lain.
Beliau sangat berperan dalam perkembangan ekonomi Islam. Ide-ide cemerlang tertuang dalam tulisan ilmiah. Karena pengabdian di bidang Ekonomi Islam. Beliau mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank dan meraih penghargaan King Faisal International Award yang diperoleh pada tahun 1989.
Beliau adalah sosok yang memiliki ide-ide cemerlang tentang ekonomi islam. Beliau elah menghasilkan buku dan artikel tentang ekonomi islam yang sudah diterbitkan terhitung sebanyak 11 buku, 60 karya ilmiah dan 9 resensi buku. Buku dan karya ilmiahnya banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk juga bahasa Indonesia.
Buku pertamanya, Towards a Just Monetary System, Dikatakan oleh Profesor Rodney Wilson dari Universitas Durham, Inggris, sebagai "Presentasi terbaik terhadap teori moneter Islam sampai saat ini" dalam Bulletin of the British Society for Middle Eastern Studies (2/1985, pp.224-5).
Buku ini adalah salah satu fondasi intelektual dalam subjek ekonomi Islam dan pemikiran ekonomi Muslim modern sehingga buku ini menjadi buku teks di sejumlah universitas dalam subjek tersebut.
Buku keduanya, Islam and the Economic Challenge, di deklarasikan oleh ekonom besar Amerika, Profesor Kenneth Boulding, dalam resensi pre-publikasinya, sebagai analisis brilian tentang kelebihan dan kekurangan kapitalisme, sosialisme, dan negara maju serta merupakan kontribusi penting dalam pemahaman Islam bagi kaum Muslim maupun non-Muslim.
Buku ini telah diresensikan dalam berbagai jurnal ekonomi barat. Profesor Louis Baeck, meresensikan buku ini di dalam Economic Journal dari Royal Economic Society dan berkata: “ Buku ini telah ditulis dengan sangat baik dan menawarkan keseimbangan literatur sintesis dalam ekonomi Islam kontemporer. Membaca buku ini akan menjadi tantangan intelektual sehat bagi ekonom barat. “ ( September 1993, hal. 1350 ).
Profesor Timur Kuran dari Universitas South Carolina, mereview buku ini dalam Journal of Economic Literature untuk American Economic Assosiation dan mengatakan bahwa buku ini menonjol sebagai eksposisi yang jelas dari keterbukaan pasar Ekonomi Islam. Kritiknya terhadap sistem ekonomi yang ada secara tidak biasa diungkap dengan pintar dan mempunyai dokumentasi yang baik.
Chapra, menurutnya telah membaca banyak tentang kapitalisme dan sosialisme sehingga kritiknya berbobot. Dan, Profesor Kuran merekomendasikan buku ini sebagai panduan sempurna dalam pemahaman ekonomi Islam.
Sumber :


Share

Saturday, June 7, 2014

KOPI LUWAK




“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)


Budaya minum kopi sudah mulai merambah di berbagai daerah, termasuk di kota saya yaitu Solo. Kafe favorit saya ketika masa kuliah adalah KOPI KUPAS. Tempat yang nyaman, menenangkan  dan tersamar (????). Disana, saya bisa ngobrol ngalor ngidul dengan Barista dan belajar rubik meskipun nggak pernah bisa sampai sekarang. Hehehehehehehehehe…!!!! IQ dodol kali ya :)
Kopi memang minuman penuh misteri. Rasa pahit namun penggemar  fanatik. Pahit sering dikonotasikan sedih, sakit atau lara. Kopi punya makna berbeda. Rasa pahit kopi adalah  nikmat, unik dan sensasional. Coba saja Tanya ke penggemar kopi. Bahkan ada yang melakukan penelitian perilaku manusia berdasarkan kopi yang diminumnya .
Kopi itu ternyata berasal dari Ethiopia, setelah browsing di Wikipedia. Ceritanya, Seorang penggembala yang bernama Khalid melihat kambing piaraannya terjaga di malam hari setelah makan “sejenis buah beri”. Akhirnya, “sejenis buah beri” itu disebut dengan nama biji kopi. Kata Wikipedia lho.
Kopi mulai masuk di daerah arab seiring dengan perkembangan Islam disana. Makanya, Orang-orang di Pasar Kliwon Solo suka sekali dengan kopi. Maklum, disana adalah pemukiman orang dan peranakan arab. Kopi arab mereka???  Hmm nikmat sekali. Coba sekali-kali I’tikaf di masjid wiropaten pasar kliwon bagi yang muslim. Anda akan mendapat suguhan kopi arab free alias gratis atau halal..halal..halal…!!!!
Kopi mulai masuk eropa melalui Turki. Bangsa eropa yang membudidayakan kopi pertama kali di eropa yaitu Belanda. Karena kopi menjadi komoditi utama bahkan lebih mahal daripada emas. (saat itu lho…!!!). So,  Belanda mulai memproduksi dalam jumlah besar-besaran.  Kita yang menjadi korban  yaitu bangsa Indonesia. Hehehehehehe…!!!! Kita dipaksa menanam kopi untuk memenuhi nafsu Kapitalisme  Belanda. Sejarah CultuurStelsel.
Pemaksaan ini melahirkan jenis kopi paling unggul di dunia yaitu Kopi Luwak.  Kopi ini tidak ada beda dengan kopi lainnya yaitu jenis kopi arabika. Perbedaan kopi luwak dengan yang lain yaitu proses fermentasi kopi. Hebatnya, proses fermentasi hanya bisa dilakukan oleh binatang yang bernama Luwak. Kayaknya, Luwak yang doyan kopi hanya di Indonesia so, Luwak Coffe is genuine from Indonesia. Hebatkan!!!! Ckckckckckckckck…. :)
Proses Fermentasi ini diawali dengan biji kopi yang dimakan oleh Luwak. Biji Kopi yang dimakan kemudian masuk ke sistem pencernaan dan diproses oleh enzim dalam sistem pencernaan. Biji Kopi keluar dari tubuh Luwak melalui kotoran (faeces). Biji Kopi dibersihkan dari faeces maka jadi Kopi Luwak yang siap diproses menjadi bubuk kopi.
Harga kopi Luwak jangan ditanya. Hmmm…!!! Muahal banget. Harganya mulai Rp 500.000,-/kg sampai dengan jutaan rupiah/kg. Pengalaman kakak saya yang pernah minum kopi di sebuah gerai kopi di mall. Kopi Luwak satu cangkir harganya USD 10. Kalau harga dalam rupiah yaitu Rp 120.000,-. Kakak saya mau bayar pakai pecahan uang dolar USD 10 (Maklum, Beliau khan bankir ya musti punya dolar). Eh, penjaga gerai malah nolak. Dia minta dibayar dengan rupiah saja. Kayaknya lebih untung dibayar rupiah kali ya buat si pemilik gerai. Hehehehehehe…!!!!!
Cerita Kopi Luwak ini adalah Ironi Dunia. Karena yang menemukan Bangsa Afrika, Bangsa  Indonesia yang menanam dan Bangsa Er*p*  yang menikmati. Hehehehehe..!!!!! Tahu kemana aliran keuntungan perdagangan kopi luwak ? Musti ke sana  yang punya modal. Siapa yang punya modal??? Hehehehehehe…!!! Memang nasib bangsa terjajah sampai sekarang. Udahlah nggak usah dibahas. Nikmati aja Kopi Luwak. Jika punya uang kalau nggak ya Kopi Tubruk aja lah. J
  
 Ssssstttttt....!!!! kalau yang ditebalkan ada hyperlink-nya
Share

Tuesday, April 1, 2014

PASSION…PASSION…PASSION…!!!!



Robert T Kiyosaki pernah membuat teori tentang kekayaan. Manusia kaya yaitu manusia yang hidup berkecukupan dan santai. Robert T Kiyosaki memiliki dua ayah yaitu ayah kandung biologis dan seseorang yang dianggapnya “ayah” yaitu ayah sahabat karibnya. Robert mencintai keduanya namun Robert menyukai kehidupan si ayah kaya.
Ayah kandung Robert adalah seorang guru. Ayah kandung mempunyai  kehidupan yang mapan sebelum pensiun. Namun, berubah setelah pensiun dan mempunyai banyak hutang. Robert menyebutnya dengan sebutan si ayah miskin. “Ayah” yang satunya adalah ayah sahabat karibnya yang berprofesi sebagai pengusaha real estate. Robert menyebutnya dengan sebutan si ayah kaya.
Realistis, Hedonis dan Materialis adalah kesan pertama dari buku ini. Robert membandingkan secara langsung tentang kehidupan mereka berdua di masa muda sampai dengan masa tua dari sudut pandang kekayaan materi. Ayah miskin diceritakan hidup pas-pasan dan mempunyai banyak hutang. Ayah yang kaya diceritakan hidup berkecukupan tanpa harus kerja.
Ada yang bilang kisah ini adalah fiktif. Robert bilang ini nyata. Nggak penting, mana yang asli atau palsu. Hal yang menarik adalah timbulnya teori baru yaitu “empat kuadran penghasilan”. Teori kuadran ini mungkin yang termasuk mengilhami geliat entrepreneurship. Ada membandingkan kuadran kiri dan kuadran kanan secara hitam putih.   

 Kuadran Penghasilan ala si Robert

http://ekojuli.wordpress.com
 
Kuadran ini menjadi sangat terkenal semenjak buku Rich Dad Poor Dad  menjadi best seller. Saya membaca buku ini masih semester tujuh. Buku pinjaman dari seorang sahabat yang sekarang  menjadi area manager sebuah bank syariah ternama di Indonesia. Dia yang mengenalkan secara tidak langsung konsep “empat kuadran penghasilan”.

Buku yang saya baca :)
diambil dari :medaninfocommunities

Si Robert bilang bahwa manusia mendapat penghasilan ( baca :uang) dari empat kuadran. Secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu Kuadran Kiri dan Kuadran Kanan. Manusia yang masuk kuadran kiri maka belum termasuk orang kaya dan manusia yang masuk kuadran kanan maka termasuk orang kaya.
Sesederhana itukah? Memang Heheheheheh.!!!! Manusia golongan kuadran kiri yaitu: pegawai, pns, pejabat militer/sipil/swasta, manajer, dokter, pilot, pengacara pemilik toko kelontong dsb. Golongan kuadran kanan yaitu : pengusaha, investor, konglomerat, pemilik jaringan usaha, juragan krupuk, Juragan mie ayam atau juragan terasi dsb
 Orang berada di kuadran kanan berarti “dicari uang” dan yang berada di kuadran kiri berarti “mencari uang”. Perbedaan hanya di imbuhan di- dan me-. Sederhana!!!!! Efek yang ditimbulkan sangat besar. Kuadran kiri bekerja dalam “mesin uang” dan kuadran kanan mengendalikan “mesin uang” sehingga tetap menghasilkan dan menguntungkan.
Orang “kuadran kiri” harus bekerja keras untuk mendapatkan uang dalam “mesin uang”.”Mesin uang” ini dapat berwujud perusahaan, usaha kecil atau BUMN. Jika mereka tidak bekerja maka tidak dapat uang. Hukum ini berlaku bagi siapa saja baik yang berpenghasilan besar atau tinggi.
Seorang pengacara terkenal dibayar mahal selalu memenangkan perkara. Jika si pengacara terkenal tidak kerja maka tidak dapat uang.Seorang kuli bangunan dibayar rendah. Jika si kuli bangunan tidak bekerja maka nggak dapat uang. Semua professional adalah kuadran kiri ( dokter, guru, pengacar dan insyinyur). Semua buruh rendahan jugaberada di kuadran kiri.
Tidak peduli bayaran mahal atau murah. Tidak peduli pendidikan tinggi atau rendah bahkan tidak berpendidikan. Kalau sudah pensiun maka tinggal uang pensiunan saja atau cukup pesangon saja. Harus kerja, kalau nggak kerja artinya nggak ada uang. Inilah nasib si kuadran kiri termasuk saya juga. No Work No Money. Hehehehehehe…!!!


Bekerja,Bekerja,Bekerja...!!!! Siap Pak......!!!!!
diambil dari :Republika
Seorang juragan mie ayam. Dia mempunyai belasan outlet dan pegawai yang banyak. Sang juragan telah merintis usaha sejak puluhan tahun yang lalu. Now,dia nggak perlu lagi turun tangan. Kerjaan sang juragan cuma terima setoran. Hidupnya bagai seorang pensiunan PNS yang dibayar mahal. Sang Juragan  “dicari uang” dan tidak perlu “mencari uang”. Ohhhh, nikmatnya hidup. Wkwkwkwkwkwkwk…!!!!
Istilahnya adalah “mesin uang” sudah bekerja. “Mesin Uang” adalah sistem bisnis yang sudah berjalan. Juragan mie ayam sudah masuk kuadran kanan. Hal yang susah itu membangun “mesin uang”. Ini butuh kerja keras, kecerdasan, ketekunan dan keberuntungan. Ini seperti kisah si Ayah Kaya juga begitu.




Biar Jualan mie asal Jadi Juragan
Diambil dari :klikusahakita

Pengorbanan dan keberanian mengambil resiko adalah faktor utama. Kalau nggak berani ambil resiko maka main aman saja jadi pegawai. Hehehehehehe..!!!!! Karena hasilnya juga setimpal maka jadi pengusaha berisko tinggi. Sukses jadi pengusaha maka punya “mesin uang. Kalau merugi bisa menghabiskan apa saja. Misal : Uang, Tabungan, Rumah, Kendaraan bahkan bisa-bisa pasangan hidup. 
Kalau sudah di kuadran kanan konon hidupnya enak. Nggak perlu berangkat pagi, nggak khawatir dengan bos. Karena memang tidak punya bos. Tidak perlu kerja , uang sudah otomatis masuk ke rekening. Uang tinggal ambil di ATM. Hehehehehehe..!!!! Boleh bangun siang tapi hasil melebihi gaji pegawai yang berangkat shubuh.
Tawaran “kenikmatan”yang tertulis diatas biasanya yang diingat-ingat oleh pemula. Mereka membayangkan yang enak-enak saja. Mereka belum menyadari bahwa ada resiko yang besar. Langkah gagah berani untuk buka usaha. Bongkar tabungan mulai usaha. Sambil berteriak lantang ke dunia : “woi, aku sekarang jadi entrepreneur”. Katanya, satu langkah menuju “mesin uang”.
Bulan demi bulan dilalui. Hambatan mulai terasa. Promosi sampai dengan urusan produksi. Manajemen karyawan, manajemen keuangan dan segala urusan tetek bengek mulai menyesaki dada. Entrepreneur muda memang harus mengurusi dari A to Z. Segala urusan mulai kedodoran dan tabungan mulai jebol. Hehehehehehehe…!!!! Pusing Bos L
Untung tak diraih malang tak mampu ditolak. Niat semula masuk kuadran kanan dan hidup bebas. Kuadran kanan tak bisa digapai bahkan terlihat suram di mata. Karena udah kerja keras tapi nggak dapat hasil bahkan merugi. Hidup bebas? Jauuuuhhh. Apalagi, modal hasil hutang sudah habis dan tekor. Hidup tidak bebas bahkan dikejar-kejar penagih hutang.
Ujung-ujungnya, kembali menjadi karyawan. Status menjadi lebih jelas di kuadran kiri. Hehehehehehe….!!!!! Karena jadi karyawan maka impian hidup yang nyaman seperti diatas buyar. Lebih apes lagi kalau takut mencoba menjadi entrepreneur lagi.

  Uang Uang dan Uang
Diambil dari : Tribunnews
Ternyata, Life is not just money. Hidup bukan sekedar punya uang atau tidak punya uang. Apalagi tentang menjadi “budak” uang atau punya “mesin uang”. Kuadran kiri dan kudran kanan ternyata sama saja. Asal kita melakukan dengan menikmati. menikmati itu kata kuncinya adalah “Kata Hati”. Dalam bahasa inggris disebut Passion (tul gak secara bahasa tulisannya? ) hehehehehehe…!!!
Saya belajar tentang passion dari istri. Istri pernah jadi karyawan sebuah perusahaan penerbitan bonafid di Jakarta, pernah mampir sebagai Dosen PNS. Akhirnya, dia berlabuh menjadi Tukang Rental Perlengkapan bayi dan mainan anak (mainansolo). Dia lulusan Fasilkom UI untuk S1 dan S2 namun memilih jadi mompreneur and stay at home.

  Follow Your Passion :)
 Diambil dari : widnyaidabagus
Dia cerita kalau menemukan passion ketika kerja di perusahaan penerbitan dan menjadi tukang rental mainan. Hanya dua pekerjaan itu yang membangkitkan passion dirinya sampai saat ini. Ini masalah passion  bukan kuadran kiri atau kanan. Apalagi masalah uang. Kerja jadi karyawan perusahaan bonafid gajinya besar. Jadi dosen PNS maka sudah ada kepastian penghasilan.
Tukang rental harus mengurusi segala tetek bengek  persewaan. Jam kerja tidak teratur, bisa hanya 3 jam sehari atau 24 jam penuh. Penghasilan tergantung usaha kita sendiri. Karena senang maka dijalani saja. Dia bilang jika  menjadi tukang rental itu menyenangkan padhala melelahkan. Ini masalah passion. Hehehehehehe….!!!!!
Hikmah yang saya ambil dari kisah istri. Bukan masalah kita jadi karyawan, dosen atau tukang rental. Masalah utama yaitu apakah kita mempunyai passion untuk menjalani pekerjaan kita. Segala sesuatu jika ada passion  maka terasa menyenangkan. Kalau tidak passion maka terasa menyebalkan. It’s nothing to do with money.



Share