Wednesday, August 6, 2014

UMER CHAPRA >>> AKADEMISI EKONOMI ISLAM KONTEMPORER MUSLIM




M. Umer Chapra lahir di Bombay India, 1 Februari 1933 adalah salah satu ekonom kontemporer Muslim saat ini. Ayahnya bernama Abdul Karim Chapra. Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang mempunyai karakter yang baik..
Masa kecilnya ia habiskan di tanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskan pendidikan sampai meraih gelar Ph.D dari Universitas Minnesota. Beliau menikahi Khairunnisa Jamal Mundia tahun 1962 di usia 29 tahun, dan mempunyai empat anak, Maryam, Anas, Sumayyah dan Ayman.
Setelah meraih gelar S2 dari Universitas Karachi pada tahun 1954 dan 1956, dengan gelar B.Com / B.BA ( Bachelor of Business Administration ) dan M.Com / M.BA ( Master of Business Administration ), karier akademis di tingkat tertinggi ketika meraih gelar doktoral di Minnesota, Minneapolis..
DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasi pada ekonomi Islam. Sekarang, Beliau menjadi penasehat pada Islamic Research and Training Institute (IRTI) dari IDB Jeddah. Sebelumnya, Beliau menduduki posisi di Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) Riyadh selama hampir 35 tahun sebagai penasihat peneliti senior. Aktivitasnya di lembaga-lembaga ekonomi Arab Saudi ini membuatnya di beri kewarganegaraan Arab Saudi oleh Raja Khalid atas permintaan Menteri Keuangan Arab Saudi, Shaikh Muhammad Aba al-Khail.
Lebih kurang selama 45 tahun beliau menduduki profesi diberbagai lembaga yang berkaitan dengan persoalan ekonomi diantaranya 2 tahun di Pakistan, 6 tahun di Amerika Serikat, dan 37 tahun di Arab Saudi. Selain profesinya itu banyak kegiatan ekonomi yang dikutinya, termasuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga ekonomi dan keuangan dunia seperti IMF, IBRD, OPEC, IDB, OIC dan lain-lain.
Beliau sangat berperan dalam perkembangan ekonomi Islam. Ide-ide cemerlang tertuang dalam tulisan ilmiah. Karena pengabdian di bidang Ekonomi Islam. Beliau mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank dan meraih penghargaan King Faisal International Award yang diperoleh pada tahun 1989.
Beliau adalah sosok yang memiliki ide-ide cemerlang tentang ekonomi islam. Beliau elah menghasilkan buku dan artikel tentang ekonomi islam yang sudah diterbitkan terhitung sebanyak 11 buku, 60 karya ilmiah dan 9 resensi buku. Buku dan karya ilmiahnya banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk juga bahasa Indonesia.
Buku pertamanya, Towards a Just Monetary System, Dikatakan oleh Profesor Rodney Wilson dari Universitas Durham, Inggris, sebagai "Presentasi terbaik terhadap teori moneter Islam sampai saat ini" dalam Bulletin of the British Society for Middle Eastern Studies (2/1985, pp.224-5).
Buku ini adalah salah satu fondasi intelektual dalam subjek ekonomi Islam dan pemikiran ekonomi Muslim modern sehingga buku ini menjadi buku teks di sejumlah universitas dalam subjek tersebut.
Buku keduanya, Islam and the Economic Challenge, di deklarasikan oleh ekonom besar Amerika, Profesor Kenneth Boulding, dalam resensi pre-publikasinya, sebagai analisis brilian tentang kelebihan dan kekurangan kapitalisme, sosialisme, dan negara maju serta merupakan kontribusi penting dalam pemahaman Islam bagi kaum Muslim maupun non-Muslim.
Buku ini telah diresensikan dalam berbagai jurnal ekonomi barat. Profesor Louis Baeck, meresensikan buku ini di dalam Economic Journal dari Royal Economic Society dan berkata: “ Buku ini telah ditulis dengan sangat baik dan menawarkan keseimbangan literatur sintesis dalam ekonomi Islam kontemporer. Membaca buku ini akan menjadi tantangan intelektual sehat bagi ekonom barat. “ ( September 1993, hal. 1350 ).
Profesor Timur Kuran dari Universitas South Carolina, mereview buku ini dalam Journal of Economic Literature untuk American Economic Assosiation dan mengatakan bahwa buku ini menonjol sebagai eksposisi yang jelas dari keterbukaan pasar Ekonomi Islam. Kritiknya terhadap sistem ekonomi yang ada secara tidak biasa diungkap dengan pintar dan mempunyai dokumentasi yang baik.
Chapra, menurutnya telah membaca banyak tentang kapitalisme dan sosialisme sehingga kritiknya berbobot. Dan, Profesor Kuran merekomendasikan buku ini sebagai panduan sempurna dalam pemahaman ekonomi Islam.
Sumber :


Share

Saturday, June 7, 2014

KOPI LUWAK




“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)


Budaya minum kopi sudah mulai merambah di berbagai daerah, termasuk di kota saya yaitu Solo. Kafe favorit saya ketika masa kuliah adalah KOPI KUPAS. Tempat yang nyaman, menenangkan  dan tersamar (????). Disana, saya bisa ngobrol ngalor ngidul dengan Barista dan belajar rubik meskipun nggak pernah bisa sampai sekarang. Hehehehehehehehehe…!!!! IQ dodol kali ya :)
Kopi memang minuman penuh misteri. Rasa pahit namun penggemar  fanatik. Pahit sering dikonotasikan sedih, sakit atau lara. Kopi punya makna berbeda. Rasa pahit kopi adalah  nikmat, unik dan sensasional. Coba saja Tanya ke penggemar kopi. Bahkan ada yang melakukan penelitian perilaku manusia berdasarkan kopi yang diminumnya .
Kopi itu ternyata berasal dari Ethiopia, setelah browsing di Wikipedia. Ceritanya, Seorang penggembala yang bernama Khalid melihat kambing piaraannya terjaga di malam hari setelah makan “sejenis buah beri”. Akhirnya, “sejenis buah beri” itu disebut dengan nama biji kopi. Kata Wikipedia lho.
Kopi mulai masuk di daerah arab seiring dengan perkembangan Islam disana. Makanya, Orang-orang di Pasar Kliwon Solo suka sekali dengan kopi. Maklum, disana adalah pemukiman orang dan peranakan arab. Kopi arab mereka???  Hmm nikmat sekali. Coba sekali-kali I’tikaf di masjid wiropaten pasar kliwon bagi yang muslim. Anda akan mendapat suguhan kopi arab free alias gratis atau halal..halal..halal…!!!!
Kopi mulai masuk eropa melalui Turki. Bangsa eropa yang membudidayakan kopi pertama kali di eropa yaitu Belanda. Karena kopi menjadi komoditi utama bahkan lebih mahal daripada emas. (saat itu lho…!!!). So,  Belanda mulai memproduksi dalam jumlah besar-besaran.  Kita yang menjadi korban  yaitu bangsa Indonesia. Hehehehehehe…!!!! Kita dipaksa menanam kopi untuk memenuhi nafsu Kapitalisme  Belanda. Sejarah CultuurStelsel.
Pemaksaan ini melahirkan jenis kopi paling unggul di dunia yaitu Kopi Luwak.  Kopi ini tidak ada beda dengan kopi lainnya yaitu jenis kopi arabika. Perbedaan kopi luwak dengan yang lain yaitu proses fermentasi kopi. Hebatnya, proses fermentasi hanya bisa dilakukan oleh binatang yang bernama Luwak. Kayaknya, Luwak yang doyan kopi hanya di Indonesia so, Luwak Coffe is genuine from Indonesia. Hebatkan!!!! Ckckckckckckckck…. :)
Proses Fermentasi ini diawali dengan biji kopi yang dimakan oleh Luwak. Biji Kopi yang dimakan kemudian masuk ke sistem pencernaan dan diproses oleh enzim dalam sistem pencernaan. Biji Kopi keluar dari tubuh Luwak melalui kotoran (faeces). Biji Kopi dibersihkan dari faeces maka jadi Kopi Luwak yang siap diproses menjadi bubuk kopi.
Harga kopi Luwak jangan ditanya. Hmmm…!!! Muahal banget. Harganya mulai Rp 500.000,-/kg sampai dengan jutaan rupiah/kg. Pengalaman kakak saya yang pernah minum kopi di sebuah gerai kopi di mall. Kopi Luwak satu cangkir harganya USD 10. Kalau harga dalam rupiah yaitu Rp 120.000,-. Kakak saya mau bayar pakai pecahan uang dolar USD 10 (Maklum, Beliau khan bankir ya musti punya dolar). Eh, penjaga gerai malah nolak. Dia minta dibayar dengan rupiah saja. Kayaknya lebih untung dibayar rupiah kali ya buat si pemilik gerai. Hehehehehehe…!!!!!
Cerita Kopi Luwak ini adalah Ironi Dunia. Karena yang menemukan Bangsa Afrika, Bangsa  Indonesia yang menanam dan Bangsa Er*p*  yang menikmati. Hehehehehe..!!!!! Tahu kemana aliran keuntungan perdagangan kopi luwak ? Musti ke sana  yang punya modal. Siapa yang punya modal??? Hehehehehehe…!!! Memang nasib bangsa terjajah sampai sekarang. Udahlah nggak usah dibahas. Nikmati aja Kopi Luwak. Jika punya uang kalau nggak ya Kopi Tubruk aja lah. J
  
 Ssssstttttt....!!!! kalau yang ditebalkan ada hyperlink-nya
Share

Tuesday, April 1, 2014

PASSION…PASSION…PASSION…!!!!



Robert T Kiyosaki pernah membuat teori tentang kekayaan. Manusia kaya yaitu manusia yang hidup berkecukupan dan santai. Robert T Kiyosaki memiliki dua ayah yaitu ayah kandung biologis dan seseorang yang dianggapnya “ayah” yaitu ayah sahabat karibnya. Robert mencintai keduanya namun Robert menyukai kehidupan si ayah kaya.
Ayah kandung Robert adalah seorang guru. Ayah kandung mempunyai  kehidupan yang mapan sebelum pensiun. Namun, berubah setelah pensiun dan mempunyai banyak hutang. Robert menyebutnya dengan sebutan si ayah miskin. “Ayah” yang satunya adalah ayah sahabat karibnya yang berprofesi sebagai pengusaha real estate. Robert menyebutnya dengan sebutan si ayah kaya.
Realistis, Hedonis dan Materialis adalah kesan pertama dari buku ini. Robert membandingkan secara langsung tentang kehidupan mereka berdua di masa muda sampai dengan masa tua dari sudut pandang kekayaan materi. Ayah miskin diceritakan hidup pas-pasan dan mempunyai banyak hutang. Ayah yang kaya diceritakan hidup berkecukupan tanpa harus kerja.
Ada yang bilang kisah ini adalah fiktif. Robert bilang ini nyata. Nggak penting, mana yang asli atau palsu. Hal yang menarik adalah timbulnya teori baru yaitu “empat kuadran penghasilan”. Teori kuadran ini mungkin yang termasuk mengilhami geliat entrepreneurship. Ada membandingkan kuadran kiri dan kuadran kanan secara hitam putih.   

 Kuadran Penghasilan ala si Robert

http://ekojuli.wordpress.com
 
Kuadran ini menjadi sangat terkenal semenjak buku Rich Dad Poor Dad  menjadi best seller. Saya membaca buku ini masih semester tujuh. Buku pinjaman dari seorang sahabat yang sekarang  menjadi area manager sebuah bank syariah ternama di Indonesia. Dia yang mengenalkan secara tidak langsung konsep “empat kuadran penghasilan”.

Buku yang saya baca :)
diambil dari :medaninfocommunities

Si Robert bilang bahwa manusia mendapat penghasilan ( baca :uang) dari empat kuadran. Secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu Kuadran Kiri dan Kuadran Kanan. Manusia yang masuk kuadran kiri maka belum termasuk orang kaya dan manusia yang masuk kuadran kanan maka termasuk orang kaya.
Sesederhana itukah? Memang Heheheheheh.!!!! Manusia golongan kuadran kiri yaitu: pegawai, pns, pejabat militer/sipil/swasta, manajer, dokter, pilot, pengacara pemilik toko kelontong dsb. Golongan kuadran kanan yaitu : pengusaha, investor, konglomerat, pemilik jaringan usaha, juragan krupuk, Juragan mie ayam atau juragan terasi dsb
 Orang berada di kuadran kanan berarti “dicari uang” dan yang berada di kuadran kiri berarti “mencari uang”. Perbedaan hanya di imbuhan di- dan me-. Sederhana!!!!! Efek yang ditimbulkan sangat besar. Kuadran kiri bekerja dalam “mesin uang” dan kuadran kanan mengendalikan “mesin uang” sehingga tetap menghasilkan dan menguntungkan.
Orang “kuadran kiri” harus bekerja keras untuk mendapatkan uang dalam “mesin uang”.”Mesin uang” ini dapat berwujud perusahaan, usaha kecil atau BUMN. Jika mereka tidak bekerja maka tidak dapat uang. Hukum ini berlaku bagi siapa saja baik yang berpenghasilan besar atau tinggi.
Seorang pengacara terkenal dibayar mahal selalu memenangkan perkara. Jika si pengacara terkenal tidak kerja maka tidak dapat uang.Seorang kuli bangunan dibayar rendah. Jika si kuli bangunan tidak bekerja maka nggak dapat uang. Semua professional adalah kuadran kiri ( dokter, guru, pengacar dan insyinyur). Semua buruh rendahan jugaberada di kuadran kiri.
Tidak peduli bayaran mahal atau murah. Tidak peduli pendidikan tinggi atau rendah bahkan tidak berpendidikan. Kalau sudah pensiun maka tinggal uang pensiunan saja atau cukup pesangon saja. Harus kerja, kalau nggak kerja artinya nggak ada uang. Inilah nasib si kuadran kiri termasuk saya juga. No Work No Money. Hehehehehehe…!!!


Bekerja,Bekerja,Bekerja...!!!! Siap Pak......!!!!!
diambil dari :Republika
Seorang juragan mie ayam. Dia mempunyai belasan outlet dan pegawai yang banyak. Sang juragan telah merintis usaha sejak puluhan tahun yang lalu. Now,dia nggak perlu lagi turun tangan. Kerjaan sang juragan cuma terima setoran. Hidupnya bagai seorang pensiunan PNS yang dibayar mahal. Sang Juragan  “dicari uang” dan tidak perlu “mencari uang”. Ohhhh, nikmatnya hidup. Wkwkwkwkwkwkwk…!!!!
Istilahnya adalah “mesin uang” sudah bekerja. “Mesin Uang” adalah sistem bisnis yang sudah berjalan. Juragan mie ayam sudah masuk kuadran kanan. Hal yang susah itu membangun “mesin uang”. Ini butuh kerja keras, kecerdasan, ketekunan dan keberuntungan. Ini seperti kisah si Ayah Kaya juga begitu.




Biar Jualan mie asal Jadi Juragan
Diambil dari :klikusahakita

Pengorbanan dan keberanian mengambil resiko adalah faktor utama. Kalau nggak berani ambil resiko maka main aman saja jadi pegawai. Hehehehehehe..!!!!! Karena hasilnya juga setimpal maka jadi pengusaha berisko tinggi. Sukses jadi pengusaha maka punya “mesin uang. Kalau merugi bisa menghabiskan apa saja. Misal : Uang, Tabungan, Rumah, Kendaraan bahkan bisa-bisa pasangan hidup. 
Kalau sudah di kuadran kanan konon hidupnya enak. Nggak perlu berangkat pagi, nggak khawatir dengan bos. Karena memang tidak punya bos. Tidak perlu kerja , uang sudah otomatis masuk ke rekening. Uang tinggal ambil di ATM. Hehehehehehe..!!!! Boleh bangun siang tapi hasil melebihi gaji pegawai yang berangkat shubuh.
Tawaran “kenikmatan”yang tertulis diatas biasanya yang diingat-ingat oleh pemula. Mereka membayangkan yang enak-enak saja. Mereka belum menyadari bahwa ada resiko yang besar. Langkah gagah berani untuk buka usaha. Bongkar tabungan mulai usaha. Sambil berteriak lantang ke dunia : “woi, aku sekarang jadi entrepreneur”. Katanya, satu langkah menuju “mesin uang”.
Bulan demi bulan dilalui. Hambatan mulai terasa. Promosi sampai dengan urusan produksi. Manajemen karyawan, manajemen keuangan dan segala urusan tetek bengek mulai menyesaki dada. Entrepreneur muda memang harus mengurusi dari A to Z. Segala urusan mulai kedodoran dan tabungan mulai jebol. Hehehehehehehe…!!!! Pusing Bos L
Untung tak diraih malang tak mampu ditolak. Niat semula masuk kuadran kanan dan hidup bebas. Kuadran kanan tak bisa digapai bahkan terlihat suram di mata. Karena udah kerja keras tapi nggak dapat hasil bahkan merugi. Hidup bebas? Jauuuuhhh. Apalagi, modal hasil hutang sudah habis dan tekor. Hidup tidak bebas bahkan dikejar-kejar penagih hutang.
Ujung-ujungnya, kembali menjadi karyawan. Status menjadi lebih jelas di kuadran kiri. Hehehehehehe….!!!!! Karena jadi karyawan maka impian hidup yang nyaman seperti diatas buyar. Lebih apes lagi kalau takut mencoba menjadi entrepreneur lagi.

  Uang Uang dan Uang
Diambil dari : Tribunnews
Ternyata, Life is not just money. Hidup bukan sekedar punya uang atau tidak punya uang. Apalagi tentang menjadi “budak” uang atau punya “mesin uang”. Kuadran kiri dan kudran kanan ternyata sama saja. Asal kita melakukan dengan menikmati. menikmati itu kata kuncinya adalah “Kata Hati”. Dalam bahasa inggris disebut Passion (tul gak secara bahasa tulisannya? ) hehehehehehe…!!!
Saya belajar tentang passion dari istri. Istri pernah jadi karyawan sebuah perusahaan penerbitan bonafid di Jakarta, pernah mampir sebagai Dosen PNS. Akhirnya, dia berlabuh menjadi Tukang Rental Perlengkapan bayi dan mainan anak (mainansolo). Dia lulusan Fasilkom UI untuk S1 dan S2 namun memilih jadi mompreneur and stay at home.

  Follow Your Passion :)
 Diambil dari : widnyaidabagus
Dia cerita kalau menemukan passion ketika kerja di perusahaan penerbitan dan menjadi tukang rental mainan. Hanya dua pekerjaan itu yang membangkitkan passion dirinya sampai saat ini. Ini masalah passion  bukan kuadran kiri atau kanan. Apalagi masalah uang. Kerja jadi karyawan perusahaan bonafid gajinya besar. Jadi dosen PNS maka sudah ada kepastian penghasilan.
Tukang rental harus mengurusi segala tetek bengek  persewaan. Jam kerja tidak teratur, bisa hanya 3 jam sehari atau 24 jam penuh. Penghasilan tergantung usaha kita sendiri. Karena senang maka dijalani saja. Dia bilang jika  menjadi tukang rental itu menyenangkan padhala melelahkan. Ini masalah passion. Hehehehehehe….!!!!!
Hikmah yang saya ambil dari kisah istri. Bukan masalah kita jadi karyawan, dosen atau tukang rental. Masalah utama yaitu apakah kita mempunyai passion untuk menjalani pekerjaan kita. Segala sesuatu jika ada passion  maka terasa menyenangkan. Kalau tidak passion maka terasa menyebalkan. It’s nothing to do with money.



Share

Tuesday, March 25, 2014

ANGGOTA KELUARGA BARU



Awalnya, kami memakai mobil istri sudah memadai. Semenjak istri resign dari PNS maka mobilnya berubah fungsi untuk keperluan usaha rental mainan yaitu antar jemput mainan dari rumah ke pelanggan kami (mainansolo). Kami harus “mengalah” jika berhubungan dengan rental mainan. Kepentingan “rental” diatas kepentingan keluarga.wkwkwkwkwkwkwk….!!!!
 
Kalau mobil dipakai untuk keperluan rental maka kami tunda rencana keluar rumah. Mobil istri itu  Toyota Rush yang nggak cocok sama sekali untuk antar jemput mainan. Karena satu-satunya mobil yang ada di rumah maka terpaksa buat usaha. Resiko usaha kali ya. Hehehehehehe….!!!!!

 Tampak Belakang (Toyota Rush)

Karena itu kebutuhan mobil angkutan adalah prioritas utama. Sayang, tabungan saya masih terbatas. Keputusan yang diambil adalah beli mobil sesuai anggaran yang selaras kemampuan. Saya juga kasihan istri yang harus “mengorbankan” mobilnya buat usaha.

Alhamdulillah, saya telah membeli mobil sendiri. Sungguh tidak menyangka meski hanya mobil bekas dan cukup “uzur”. Suzuki carreta tahun 1995 so sudah berumur 19 tahun. Cukup tua khan? Hehehehehe..!!!! Btw, I proud of it. Maklum, beli dari uang hasil jerih payah sendiri dan untuk pengembangan usaha yang kami rintis sendiri.

 Tampak Samping

Saya nggak nyangka punya istri yang seorang mompreneur. Maklum, ini cita-cita saya sejak dahulu. Saya pernah buka usaha es jus. Saya terlanjur kerja di kantor. Usaha yang saya rintis  tutup. Karena tidak saya urus langsung. Kalau usaha yang paling bagus diurus sendiri atau diurus anggota keluarga sendiri misal :istri, anak atau adik.
 Awal menikah sudah menutup cita-cita ini. Karena istri adalah Dosen PNS saat itu. Siapa yang menyangka kalau dia resign dan buka usaha rental? Saya merasa exciting dan nggak menyangka. Allah SWT punya rencana lain yang tanpa kita sadari. Seiring waktu usaha berkembang dan butuh armada khusus.

 Insya Allah muat banyak

Semoga mobil yang “baru tapi lama” ini membawa rezeki buat kami sekeluarga. Karena ini untuk menghidupi seluruh anggota keluarga kami.Berbagai perasaan campur aduk antara haru, senang dan bangga. Kami bertekad untuk mandiri dalam pengembangan usaha ini. Makanya beli sendiri bukan minta ortu. Meskipun, ortu diminta bantuan mesti dengan senang hati dan mudah sekali. 


Siap Bertugas
Amin ya Robbal ‘Alamin
Share